Sri Mulyani: Simplifikasi Perizinan untuk Meniru dan Mengalahkan Kompetitor

AKURAT.CO, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan telah melakukan simplifikasi atau penyederhanaan perizinan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) dari 30 hari menjadi hanya satu jam.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat acara Silaturahmi Presiden Joko Widodo dengan pengguna fasilitas kepabeanan dan peluncuran perizinan online di PT Samick Indonesia, Cileungsi, Bogor, Selasa (27/3) bahwa KITE diterapkan demi Indonesia mampu bersaing di kancah global bahkan mengalahkan semua kompetitornya.

“Presiden mengatakan kalau masih hari (perizinannya) harus bisa dipercepat menjadi jam. Jadi saya lega karena Bea Cukai memangkas dari 30 hari menjadi satu jam (proses memberikan izin),” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Penyederhanaan berikutnya dilakukan bagi perizinan nomor pokok pengusaha barang kena cukai, yang semula 30 hari menjadi hanya tiga hari.

“Ini untuk pengawasan barang kena cukai. Kalau masih hari pasti tidak mendapatkan tepuk tangan bapak Presiden, jadi harus jam,” ujar Sri Mulyani, memberikan warning kepada DJBC agar lebih mengefisienkan proses perizinannya.

Ia juga mengatakan bahwa Bea Cukai dan Indonesia National Single Window (INSW) telah membangun aplikasi untuk perizinan tempat penimbunan berikat, sehingga prosesnya berubah dari 10 hari menjadi satu jam. Registrasi kepabeanan juga turut disederhanakan dari 24 jam menjadi tiga jam.

Sri Mulyani mengatakan bahwa seluruh proses simplifikasi tersebut adalah untuk mendukung sistem perizinan berbasis teknologi informasi (single submission) yang bertujuan menjadikan Indonesia destinasi investor.

“Pendekatan kami adalah mempelajari praktik negara kompetitor, meniru, dan kemudian mengalahkan agar bisa memunculkan kebijakan yang baik,” ucap dia. []


Editor. Juaz