Tanggapi Pengkritik, Sri Mulyani: Pertimbangkan Prosesnya!

Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, menganggapi berbagai kritik yang dilontarkan sejumlah pihak atas kebijakan yang telah dilakukan pemerintah, termasuk soal pengelolaan fiskal.

Sri Mulyani menjelaskan, banyak kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah termasuk pembangunan infrastruktur, perbaikan pendidikan dan kesehatan, serta jaminan sosial, baru akan menuai hasil pada jangka menengah.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada seluruh pihak agar lebih cermat dalam melontarkan kritik. Pasalnya, jika tidak sesuai, kritik itu justru hanya akan membuat gaduh saja.

“Hanya menyoroti instrumen utang tanpa melihat konteks besar dan upaya arah kebijakan pemerintahan jelas memberikan kualitas analisis dan masukan yang tidak lengkap dan bahkan dapat menyesatkan,” kata Sri Mulyani dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Sabtu (24/3).

Dia menambahkan, menyampaikan kritik tanpa mempertimbangkan proses pembangunan membuat bangsa Indonesia tidak mampu melihat permasalahan dan potensi ekonomi dengan baik.

“Lebih buruk, kita dapat mengerdilkan pemikiran dan menakut-nakuti masyarakat untuk tujuan negatif bagi bangsa kita sendiri. Itu bukan niat terpuji tentunya,” jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Meski demikian, pemerintah tak menampik beberapa anjuran yang diberikan kepada pemerintah. Sejatinya, saran tersebut demi kebaikan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

“Pemerintah setuju dengan anjuran bahwa kita perlu meningkatkan efektivitas kebijakan, mempertajam berbagai pilihan dan prioritas kebijakan dan memperbaiki tata kelola serta proses perencanaan, serta terus memerangi korupsi agar setiap instrumen kebijakan dapat menghasilkan dampak positif yang nyata dan cukup cepat,” tuturnya.

Tak lupa, sebagai bendahara negara, dirinya mengucapkan terima kasih atas segala analisis, masukan, dan kritik yang diberikan berbagai pihak.

“Mari kita bersama-sama menjaga keuangan negara secara konstruktif untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat secara berkeadilan. APBN uang kita semua,” pungkasnya.

(hap/JPC)